share ur story, ur world, ur love !

Tentang Kesetiaan

Iya, awalnya saya memang tidak mau. Tapi pada akhirnya, saya memilih kamu. Iya, kamu. Kamu yang pertama, sekaligus terakhir untuk saya. Saya memilih untuk menerima apa adanya kamu, baik buruknya kamu. Kenapa? Karena kita bisa berubah menjadi lebih baik, bersama-sama.

Ada sesuatu, yang ada di diri kamu, yang tidak ada pada diri saya…

Itu, seperti sesuatu, bagian pada diri saya yang ada pada diri kamu, yang kalau kamu bawa saat bersama saya, bisa melengkapi hidup saya. Sesuatu, yang kalau ada kamu, segalanya bisa saya selesaikan sempurna. Karena tanpa kamu, yang saya lakukan hanya selesai setengah-setengah; separuh hilang. Separuh itu bisa teratasi saat kamu ada. Iya, kamu. Kalau kamu ada, kalau kita bersama, semua bisa selesai tepat sempurna. Tanpa kurang. Dan inilah, saya butuh ini sekarang. Saya butuh kamu, untuk melengkapi kekurangan saya, untuk melengkapi segalanya yang saya lakukan, yang sekarang jadinya cacat karena tanpa kamu. Saya butuh kamu.

Kamu memilih pergi.

Saya tahu, saya yakin, ini hanya sementara. Iya kan?

Saya yakin, kamu bukan orang yang seperti ini. Ada keyakinan yang besar dalam diri saya, bahwa kamu akan kembali. Kamu hanya sedang butuh waktu untuk sendiri, sedang butuh waktu untuk menyelesaikan sesuatu yang sepertinya benar-benar hanya harus kamu yang tahu, dan orang lain tidak. Termasuk saya. Saya yakin, kamu sedang membutuhkan waktu untuk berpikir sendirian, tanpa saya. Saya juga pernah begitu, meski saya tidak menceritakannya padamu. Meskipun saya agak berbeda denganmu, meskipun waktu yang saya butuhkan tidak se-lama yang kamu butuhkan…

Saya rindu.

Saya terlalu rindu.

Kamu tidak merasakan itu? Saya terlalu amat sangat rindu.

Kamu tahu saya sempat putus asa? Ya, kamu tahu. Pasti tahu. Tapi saya masih memegang keyakinan terbesar dalam diri saya. Saya yakin, kamu berbeda. Kamu bukan pembual. Kamu orang yang bertanggungjawab. Selalu, selama ini kamu begitu. Kamu berani meyakinkan saya, pasti kamu juga berani membuktikan pada saya. Kamu bukan orang yang mudah menyerah. Saya pun tidak mau segampang itu menyerah.

Saya tidak mau menyerah. Dulu, kamu juga begitu. Kan?

Itulah, saya masih setia. Seperti yang dari awal saya bilang🙂

One response

  1. karena setia itu pilihan dari sebuah pengorbanan🙂

    July 11, 2014 at 12:39

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s