share ur story, ur world, ur love !

One More Nightmare

Bagiku, ini mimpi buruk.

Masuk kemiliteran, dan ngeliat darah dimana-mana. Siapa yang ga takut coba?? -__-

Parahnya, aku dapet perintah langsung dari komandan, buat cari 4 orang yang mau ngerelain nyawanya. Daripada mereka ga punya tugas yang bisa mereka emban, mereka harus dimusnahkan. Empat orang ini harus mengajukan diri, sukarela. Bukan komandan yang nunjuk, apalagi aku. Masalahnya, begini, aku harus mengumumkan ke semua temen-temenku itu jam 5 tepat, dan saat itu ada pidato dari presiden. Entahlah, gimana caranya aku bisa nge-ganggu jalannya itu acara. Yang jelas aku harus ngumumumin dengan lantang, jam 5 tepat, dan harus ada yang mau ngerelain dirinya. Serem, soalnya di sepanjang aku bertugas, aku deg-degan setengah mampus, takut sama resiko yang bakal aku hadepin. Apa coba? Pertama, kalo aku ngumuminnya lebih dari jam 5 barang satu menit, aku yang bakal dihabisi. Aku yang bakal mati: ditembak mati. Sama komandan langsung. Kedua, kalau ga ada yang mau ngerelain dirinya, aku juga harus mati. Entahlah, pikiranku campur aduk, antara mau ngganggu jalannya pidato si presiden atau aku yang bakal mati sia-sia di tempat, di hadapan teman-temanku sekalian.

Beruntung, aku bisa dengan tegas ngumumumin jam 5 tepat versi jam tangan bapak komandan, juga berhasil dapet 4 sukarelawan yang mau ngorbanin dirinya. Aku ngerasa bersalah…

Sayangnya, sebelum mereka berempat mati, ada darah yang netes dari tribun di tempat temen-temenku semua itu berdiri. Ada darah yang netes diantara mereka berempat, tapi bukan dari mereka berempat itu. Aku panik. Itu darah siapa yang ngalir? Darah siapa yang bisa-bisanya netes sampe bawah? Semuanya panik. Termasuk komandan yang ternyata juga gatau.

Tepat saat aku hampir tahu itu darah siapa, aku kebangun dari tidurku…

Aku masih inget dengan jelas mimpiku yang satu ini sampe aku kebangun. Rasanya nyata banget. Horor, sehoror-horornya. Aku kebangun dengan mata melotot dan tanganku yang sedekap. Sampe sekarang, aku masih inget gimana mimpinya, gimana takutnya… karna itu kerasa bukan mimpi. Seolah aku bener-bener ngalamin. Tau-tau, jadinya aku malah gabisa tidur lagi. Ga bisa. Itu terlalu horor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s