share ur story, ur world, ur love !

Kepada Bapaknya Rakyat

Kepada Bapaknya Rakyat,

Di Istana Negara.

 

Assalamua’alaikum wr. wb.,

Bapak Presiden, apa kabar? Ketika menulis surat ini, saya penasaran, sedang apa bapak disana? Pasti sedang sibuk, mengunjungi korban bencana Gunung Sinabung, atau sedang membantu menghilangkan rasa sedih para korban banjir Jakarta, sehingga mungkin bapak tidak sempat membaca surat ini. Tapi, tidak apa-apa. Saya tahu bapak tidak hanya mendapat satu surat ini karena memang bapak adalah orang penting, dan saya tidak berhak marah-marah karena saya warga negara yang baik dan memaklumi kesibukan bapak.

Jadi begini, bapaknya rakyat Indonesia. Sebenarnya saya tidak bisa menulis surat yang baik. Juga, sebenarnya saya harus menulis untuk selebtwit, sebuah surat cinta. Saya tidak mengenal dengan baik selebtwit yang saya follow di twitter, saya juga tidak tahu apa nantinya surat saya itu benar-benar ingin saya tujukan kepada mereka. Akhirnya, saya memutuskan menulis surat cinta itu untuk bapak saja, meskipun saya tidak benar-benar yakin bapak adalah seorang selebtwit. Bagaimana menurut bapak? Bolehkah saya bertanya, “Apakah bapak merasa bapak seorang selebtwit?”

Ah, sudahlah. Maafkan saya ya pak, kalau saya membingungkan. Maafkan juga kalau pada akhirnya, saya curhat sama bapak. Saya rakyat baik-baik, kok, pak. Beneran. Mungkin karena saya orang baik-baik itu, pada awalnya saya ingin menulis surat untuk seorang pengacara yang terkenal karena sering berkicau di twitter. Ehm, kalau bapak belum tahu, namanya Farhat Abbas. Tapi, pak, karena saya sayang sama dia, saya urung mengirim surat untuknya. Kasihan dia, pak. Dia mungkin terlalu sayang dengan orang-orang di sekitarnya, jadi semua dia beri masukan menurut opini dia. Kalau suatu saat dia membicarakan bapak, atau istri bapak, atau siapapun keluarga bapak, bagaimana tanggapan bapak? Jangan ditanggapi dengan emosi ya, pak, saya tahu bapak orangnya bijak. Dan semoga jika suatu saat itu terjadi, semoga bapak, atau istri bapak, atau siapapun keluarga bapak, dibicarakan dengan cara yang tidak sama dengan mereka yang sebelum ini dia bicarakan. Percayalah, pak, kalau dia melakukan itu, berarti dia sayang sama bapak.

Astaghfirullah. Maafkan saya, bapak. Saya tidak bermaksud menjadi sama seperti dia karena membicarakan orang lain. Bukan, pak. Bapak masih percaya saya orang baik-baik kan? Percayalah bahwa saya peduli padanya dan sayang, sehingga dia merasa disayangi dan berbalik menyayangi pada warga negara yang lain. Tapi dibanding sama dia, saya lebih sayang sama bapak. Sungguh. Ini karena bapak dan dia berbeda; perjuangan bapak jauh lebih banyak dari dia. Bukankah tidak mudah untuk menjadi presiden, pak? Bapak harus mendengar rakyat, dan mewakili mereka demi negara ini. Apalagi, kalau bapak sampai harus ke luar negeri. Saya yakin, bapak berusaha keras bagaimana negara ini baik di mata negara lain, dengan membela dan menjaga harga diri negara ini. Sungguh, saya bangga. Saya berharap, bapak tidak mengecewakan saya, juga yang lainnya. Bapak ini, salah satu yang terbaik, lho.

Mmm, ternyata surat yang saya tulis ini banyak ya pak. Saya masih memaklumi kalau bapak tidak sempat baca surat ini. Tapi kalau sempat, sungguh, terima kasih banyak. Saya bukan penulis surat yang baik pak. Tapi kalau bapak bisa sampai tidak bosan saat membaca ini (sekali lagi kalau sempat), saya benar-benar berterima kasih, sebanyak-banyaknya, selebih-lebihnya.

Terimakasih, bapaknya rakyat, @SBYudhoyono.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

 

Salam sayang anak negerimu,

@viradiplantae

One response

  1. saya suka gaya pengungkapan surat kepada bapaknya rakyat ini

    February 5, 2014 at 13:39

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s