share ur story, ur world, ur love !

Kenal, Maka Sayang

love-letterSelamat sore, kamu. Maaf aku lancang mengirim surat ini. Tapi karena aku mengenalmu, anggap saja ini hadiah untukmu.

“Tak kenal maka tak sayang,” katanya. Pernah dengar? Aku tak perlu mengatakan separuh setuju dengan pernyataan itu, meski awalnya begitu. Aku kira, hanya dengan aku melihat sekilas pada seseorang, aku bisa saja menyukainya. Seperti, mungkin, sebuah lagu. Aku mencintaimu meski tak pernah tahu tentangmu. Atau yang lebih ekstrim, aku mencintaimu sebelum aku mengenalmu. Bagaimana bisa? Kupikir, bisa saja.

Tapi…

Aku pikir, aku salah dengan diriku sendiri. Aku terbiasa menerima semua hal yang aku pikirkan, tanpa ingin menyalahkan diri sendiri. Saat ini, berani-beraninya aku menolak argumenku yang mengatakan bahwa segalanya serba mungkin, termasuk dalam mencintai seseorang tanpa pernah bertemu.

Aku lantas kebingungan, bagaimana jadinya? Setidaknya, harus ada salah satu dari dua orang, masing-masing lelaki dan perempuan, yang sudah tahu identitas seorang lainnya. Seperti bagaimana orang-orang di luar sana mencintai idolanya. Rasa sayang, cinta; aku rasa, tak bisa ada dari seseorang untuk seseorang lainnya yang ia tak tahu wajahnya, suaranya, pemikirannya, atau apapun. Untuk itu, kali ini aku yakin menentang diriku sendiri, aku salah mengenai hal ini. Dan benarlah itu, pernyataan “tak kenal maka tak sayang”. Aku menyayangimu, karena aku telah mengenalmu. Bukankah itu pula yang terjadi pada dirimu? Maaf, kalau kau keberatan. Tapi aku kira aku tidak salah, karena kau tak pernah mengajukan syarat seperti “jangan mencintaiku” untukku mengenalmu. Pun, jangan salahkan aku mengenai apa yang kutulis kali ini. Kau kira aku bisa memutuskan begitu saja mengenai keyakinanku ini?

Jawabannya, tentu saja tidak. Karena aku, terlalu jauh jatuh padamu. Aku tak berharap kau menangkapku. Tidak. Aku hanya berharap, kau menemaniku saat terjun ke bawah sana, dunia yang kita sebut itu cinta. Berdirilah di sampingku, temani aku menemukan jalan keluar dari lorong panjang ini. Bantu aku terus mengingat kebaikanmu, beritahu aku bagaimana aku bisa mendiami hatimu. Selamanya.

Boleh?

 

 

-Gadis yang menyayangimu-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s