share ur story, ur world, ur love !

Cinta dan Kesabaran

Ini cerita bagaimana cinta bisa membuatmu menjadi lebih sabar. Cinta yang berposisi sebagai guru, sebagai pengajar. Kita bisa tahu bagaimana menerima orang lain, menunggu lebih lama, belajar memahami. Mengerti tentang pribadi seseorang, tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Itu adalah bagaimana kamu bisa menyadari, bahwa kamu masih bisa memaklumi…

Begini kisahnya.

Ada seseorang, lelaki berkacamata. Dia bisa saja terlihat keren, tapi itu relatif. Dia memiliki pesona, tanpa orang lain mengetahuinya, saat ia bicara. Barulah sekitarnya tahu dimana pengaruhnya. Semacam kharismatik, mungkin. Pemikirannya terkadang cemerlang, bisa jadi itu tak terpikirkan orang lain, bahkan orang-orang terdekatnya. Tapi begitulah, dia juga punya kekurangan. Kesabaran. Ya, dia memiliki kekurangan kontrol atas kesabarannya. Sampai pada suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis.

Gadis itu terlihat pendiam, sekilas. Menariknya, lelaki tadi tahu bahwa gadis ini sebenarnya cerewet dan terlalu banyak mengeluh. Dia tahu setelah dia–entah sejak kapan dan darimana–mulai dekat dengan sang gadis. Gadis ini adalah orang yang ceria, tetapi sekaligus cengeng. Dia terlihat begitu kuat menghadapi apapun, tetapi sekaligus lemah saat dia tak memiliki teman bicara. Dia lumayan pintar, setidaknya untuk mengetahui bahwa lelaki itu tertarik padanya.

Tiba pada suatu hari, lelaki itu mengungkapkan perasaannya pada sang gadis. Ya, lelaki itu begitu menyukai gadis cerewet tadi karena entah apa. Gadis itu meragu, bukan atas  perasaan lelaki tersebut. Bukan. Tetapi lebih kepada perasaannya sendiri, yang dia juga tak tahu sebenarnya apa maunya. Gadis ini sempat punya pendirian bahwa tak akan ada seorang pun yang bisa mengusik hatinya. Tak terkecuali lelaki itu. Akhirnya gadis ini menolak untuk menerima perasaan lelaki itu. Bukan apa-apa, dia hanya ingin memegang teguh pendiriannya.

Melihat reaksi sang gadis, lelaki ini tak mau menyerah begitu saja. Sempat frustasi, tapi beberapa waktu kemudian lelaki itu kembali lagi pada gadisnya dan berkata bahwa ia serius dengan perasaannya. Beberapa kali ditolak, tak membuat dia kemudian pergi dan meninggalkan gadis itu. Melihat perjuangannya, sang gadis berpikir ulang mengenai perasaannya. Semakin dalam ia berpikir, semakin merasa ia bahwa ia tak bisa jauh dari lelaki tersebut. Begitulah akhirnya sampai keduanya menjadi sepasang kekasih.

Layaknya hubungan sepasang kekasih pada umumnya, kasih mereka tak hanya berkisah tentang kebahagiaan. Kekecewaan, kesedihan, keputusasaan juga menghinggapi kisah mereka. Terbayangkan saat seorang gadis cerewet bersama dengan seorang lelaki tak sabar? Begitulah mereka. Ada kalanya mereka jenuh karena sifat pasangannya yang tak sesuai dengan kemauannya. Ada kalanya mereka bisa saling memahami saat lelaki itu mulai tak sabar dan sang gadis hanya diam mendengar. Bukan, bukan semacam tindakan mengalah. Tapi tindakan untuk memahami, apa yang sebenarnya terjadi. Atau saat sang gadis mulai cerewet dan mulai banyak mengeluh tentang hidupnya, dan sang lelaki kemudian bisa bersabar atas hal itu. Sekali lagi itu bukan tindakan mengalah, tetapi bagaimana ia belajar mengerti dan memahami apa yang ada dalam pikiran gadis itu.

Hubungan mereka baik-baik saja sampai nyaris sepuluh bulan, meski seperti yang sudah dikisahkan, hubungan mereka berjalan tak semulus yang mereka bayangkan di awal. Sang lelaki memiliki kesabaran yang lebih pada akhirnya, begitupun dengan gadisnya, yang juga belajar mengurangi keluhannya atas hidup dan belajar mendengar lebih banyak. Keadaan ini bertahan sampai pada suatu ketika, mereka sedang dalam kondisi sangat lelah dan belum bisa mengendalikan diri atas kesabaran mereka. Mereka terlibat konflik yang, entah bagaimana, tak seperti biasanya. Lelaki itu terlalu emosi karena ulah gadisnya. Pun gadis itu, dia emosi karena merasa ada yang salah dengan apa yang mereka bicarakan. Keduanya tak terima dengan keadaan pada posisinya masing-masing. Terpancing emosi yang sangat, mereka lupa mengendalikan diri mereka. Lupa, bahwa mereka sama-sama sedang lelah dan tak bisa disalahkan. Sampai pada akhirnya, mereka berjalan pulang tak beriringan. Memisahkan diri masing-masing karena merasa disalahkan satu sama lain. Mereka pergi tanpa pernah menoleh ke belakang lagi.

Esoknya, lelaki ini teringat gadisnya. Teringat bagaimana ia bisa sebegitu emosi terhadapnya. Kesal, lelah, dan bosan karena terlalu banyak mengalah untuknya. Lelaki itu sudah cukup baik meningkatkan kesabarannya, demi gadisnya. Begitu pula sang gadis. Teringat bagaimana dia tak pernah sebegitu marahnya, tiba-tiba kehilangan kontrol karena terlalu emosi. Ia sadar, ia dan lelaki itu sedang dalam keadaan lelah. Ia tahu bahwa mereka sedang sama-sama tak bisa saling disalahkan waktu itu. Ia pergi meminta maaf, tapi lelaki itu sudah terlalu lelah dengan sikap sang gadis. Gadis itu kemudian kembali lagi esoknya, esoknya lagi, esoknya lagi, sampai ia tak bisa lagi memberanikan diri muncul di hadapan lelakinya karena terlalu takut. Ia takut tindakannya justru membuat lelakinya semakin bosan dan tak memaafkannya.

Sang gadis kemudian kembali membangun kesabaran dalam dirinya, mencoba menerima apa yang sedang terjadi. Ia pikir ia harus dapat hukuman seperti ini dari lelaki tersebut agar dia bisa lebih mengontrol diri. Gadis ini merindu, dan menahannya. Menangis saat ia teringat saat bersama lelakinya, menangis saat ia sadar betapa ia butuh lelaki itu di sampingnya. Ia menyadari bahwa segalanya tentang lelaki itu, membuat sang gadis teramat rindu dan ingin memeluknya. Semua yang dialaminya, membuatnya semakin ingin untuk setia. Bukan semata karena dia membutuhkan lelaki itu, tetapi karena semua ini akan menjadikan pelajaran baginya di masa depan.  Bagaimanapun, ia hanya bisa bersabar. Sedangkan lelaki itu, mulai mencoba menenangkan dirinya. Pergi menjauh dari gadisnya, mencoba untuk tidak menghubunginya beberapa waktu ke depan. Ia tahu itu sulit, tapi semua ia lakukan untuk mendapatkan kedamaian. Dia sudah lelah bersabar.

Sampai pada akhirnya mereka bertemu lagi, kesabaran mereka meningkat lebih banyak dari sebelumnya. Seandainya kejadian itu tak pernah terjadi, mereka tak pernah tahu sampai sejauh mana kesabaran mereka bisa ditingkatkan.

***********************************************************************************

untuk cerita tentang kesetiaan, ada yang bagus nih. Romantiiis banget. Tentang kesetiaan dan keharmonisan hubungan sepasang kekasih sampai mereka kakek-nenek. Baca disini ya🙂

One response

  1. lientang

    kesabaran yang selalu saya lakukan setiap hari, dimana ia selalu menjelek-jelekan saya dan perkataan yang kasar yang membuat saya sakit, tapi hanya dengan menahan semua pdih yang aku rasakan, aku hanya bisa diam, karena dengan diam maslah tidak diperpanjang. semoga kedepannya dengan kesabaran yang selalu aku rasakan, suatu saat akan membuahkan hasil yang aku inginkan. karena aku yakin suatu saat akan datang keajaiban, amin.

    December 22, 2014 at 10:28

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s