share ur story, ur world, ur love !

Makhluk Asing

Aku tak tahu sedang berada dalam kondisi macam apa ini?

alone-girl-sad-lake-cute

Merasa menjadi makhluk asing terkeren yang pernah ada. Entahlah. Aku pikir aku sudah merasakan dua hal sekaligus: terdampar dan diasingkan. Daritadi aku berpikir, oh, begini rasanya diasingkan. Oh, begini rasanya terdampar. Sayangnya, aku terdampar di negeri sendiri. Aku diasingkan di bumiku sendiri. Dan, bagaimana? Aku masih tidak mengerti. Keadaan ini tidak membutuhkan pengertian, ‘kan? Aku hanya kesepian sendiri disini. Rasanya aneh sekali. Seperti hidup yang tak hidup. Karena kau tahu? Seharusnya memang aku hidup. Iya, hidup bersosialisasi, hidup berkomunikasi… dengan orang lain. Ternyata sesepi apapun keadaan yang kau inginkan, kau tetap membutuhkan teman. Percayalah.

Lagi, aku masih tidak tahu bagaimana caranya. Ini, yang kita sebut itu bersyukur. Bagaimana caranya bahwa meski sendiri aku harus tetap bersyukur. Keadaan ini adalah keadaan yang seharusnya disyukuri oleh seorang penulis. Bukankah aku terobsesi untuk menjadi penulis? Kebanyakan penulis handal, penulis luar biasa, penulis keren, mereka diasingkan. Iya, bukan? Dan itulah hasilnya, karya mereka yang luar biasa. Bahkan beberapa dari mereka melahirkan masterpiece di dalam penjara. Dan benar, saat ini aku merasa, lebih baik di penjara saja. Sepi, tapi ada teman untuk bicara. Bukan sepi yang menjadi teman bicara. Tidak, ini lebih dari itu. Sepi menjadi sahabat dalam kesendirianku.

Ada satu kalimat yang sedari tadi mengganggu pikiranku. Seharusnya aku bisa berkata, “Terima kasih, sepi, kau telah membuatku tenang.” Tapi yang ada, sedari tadi hatiku sibuk berteriak, “Terima kasih sepi, kau membantuku menjadi tak lebih tenang.”

Aaaah…

Tapi, bagaimanapun juga hidup sendiri ini luar biasa.

Karena aku sempat bersyukur karena, wah, hidupku keren sekali ya. Sendiri begini memandang sepi keluar jendela. Mendengar daun yang gemerisik diusik hujan.

Entahlah, sebenarnya, apa yang kupikirkan?

Dan…

Heeeey, ini hujan semakin deras saja. Mati lampu juga. Aduh…

*sumber gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s