share ur story, ur world, ur love !

Ayo, Buka Puasa A la Rasul!

Allah berfirman, “Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam.” (Al Baqarah : 187)

Abis baca itu, aku angguk-angguk sendiri:mrgreen: . Rasul itu puasanya sampe malem. Hmm, FYI, malem menurut Rasul itu, kalo siang udah berakhir dan matahari udah ‘sembunyi’.

Dari Amr bin Maimun Al Audi : “Para sahabat Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur.” (diriwayatkan oleh Syaikh Abdur Razaq dalam Mushannaf (7591) dengan sanad yang dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari (4/199) dan Al Haitsami dalam Majma’ Zawaid (3/154))

*melongo mbaca nama-nama kitab yang aku belum sentuh* *sigh*

Kalo udah gitu, kita harus menyegerakan berbuka. Ini sunnah Rasul, lho. Udah lama sih, tau tentang ini : menyegerakan berbuka. Tapi, yang aku gatau, itu alasan kenapa kita harus segera berbuka. Penasaran, aku nyari di e-book yang pernah dikasih sama guruku. Dan… ternyata ada, pemirsa!

Intinya, ada 4 penjelasan “kenapa”-nya. Ini dia :

1. Menyegerakan berbuka berarti menghasilkan kebaikan

Lha kok? He-eh. Bener itu. Ini haditsnya :

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari (4/173) dan Muslim (1093))

2. Menyegerakan berbuka adalah sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa).” (HR Ibnu Hibban (891) dengan sanad shahih)

Awalnya aku bingung nih. Ada kata-kata selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa). Baru ngeh abis aku mikir-mikir, bener jugak. Bintang kan keluarnya pas malem banget… Eh? Nggak ding. Yah, setidaknya bintang itu gak serta merta keluar pas matahari udah terbenam…:mrgreen:

3. Menyegerakan buka berarti menyelisihi Yahudi dan Nashrani

Maksute? Tunggu dulu aku cari *try to find….

Ohh *udah nemu ceritanya*. Menyelisihi. Hmm. Bagus juga istilahnya. Ini terjemahan yak? Eheheh *ngelantur*

Jadi, apa maksudnya?

Gini, kalo kita cepet-cepet buka puasa, berarti kita udah berhasil nyaingi mereka yang Yahudi ato Nashrani. Kok bisa? Iya, soalnya mereka itu kalo buka puasa suka ‘mengakhirkan’ gitu. Apa mereka sengaja ya, nelat-nelatin diri buat buka puasa? Atau mungkin mau nunjukin kalo mereka kuat yak? Ahh, gatau juga >.<

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nashrani mengakhirkannya.” (HR. Abu Dawud (2/305), Ibnu Hibban (223), sanadnya hasan)

4. Berbuka sebelum Shalat Maghrib

Iya lho, Rasul itu buka puasa sebelum sholat maghrib. Setelah aku cari tau kenapa, ternyata karena ‘menyegerakan berbuka’ itu termasuk akhlaq-nya para nabi. Ini dia haditsnya :

“Tiga perkara yang merupakan akhlaq para nabi: menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam shalat.” (HR Thabrani dalam Al Kabir sebagaimana dalam Al Majma’ (2/105))

Terus, kalo emang harus berbuka, apa menunya? Eh, yang a la rasul lho…

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka dengan kurma basah (ruthtah), jika tidak ada ruthtah maka berbuka dengan kurma kering (tamar), jika tidak ada tamar maka minum dengan satu tegukan air.” (HR. Ahmad (3/163), Abu Dawud (2/306), Ibnu Khuzaimah (3/277. 278), Tirmidzi (3/70) dengan dua jalan dari Anas, sanadnya shahih).

Nah itu haditsnya (gamau njelasin lagi:mrgreen: ). Biasanya abi-ku banget tuh kalo pas bulan puasa beli tamar… jadinya aku enak minta deh😳 . Eheheh:mrgreen:

Eh ya, aku nemu do’a buka puasa yang ada terjemahannya nih:

Ya Allah, sesungguhnya karena Engkaulah aku berpuasa (allâhumma laka shumtu)
Atas rizkimu aku berbuka (wa ‘alâ rizqika afthartu)
Hanya kepadamu aku bertawakkal (wa ‘alayka tawakkaltu)
Kepadamu aku beriman (wa bika âmantu)
Wahai Dzat Yang Maha luas keutamaannya (yâ wâsi’al fadhli)
Ampunilah aku (ighfir lî)
Segala puji bagi Allah (alhamdu lillâh)
Yang telah menolongku sehingga aku berpuasa (alladzî a’ânanî fa shumtu)
Yang memberiku rizki sehingga aku berbuka (wa razaqanî fa afthartu)

Asli, aku baru baca yang do’anya se-komplit ini… Biasanya sih, cuma do’a : allâhumma laka shumtu, wa bika âmantu, wa ‘alâ rizqika afthartu, birahmatika yâ arhamar râhimîn…:mrgreen:

Kalo mau lebih sempurna lagi, kita bisa ngasih makan orang (lain) yang (juga) lagi puasa. Komplit, deh! Bener-bener ngikutin sunnah Rasul dalam berbuka!😉

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa, akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR. Ahmad (4/144, 115, 116, 5/192), Tirmidzi (804), Ibnu Majah (1746), Ibnu Hibban (895), dishahihkan oleh Tirmidzi.)

 

Ehh… betewe, kapan ya puasa…?

 

 

***

Referensi : ebook Shifati Shaumin Nabiyyi SAW fii Ramadhan dari guruku:mrgreen:

2 responses

  1. Alhamdulillah.🙂
    Saya sih buka minum air putih, sama kurma.🙂
    Kalo ada teh hangat atau susu, saya minum itu.

    Kelihatannya akhir juli kita puasa.😀

    July 2, 2011 at 21:10

  2. thank you

    July 13, 2013 at 11:44

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s