share ur story, ur world, ur love !

Ramadhan, Perisai Yang Paling Dahsyat!

Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah perisai. Apabila salah satu di antara kamu menjalani hari puasa maka hendaknya ia tidak berperilaku kotor dan berteriak-teriak. Jika ada seseorang mencelanya atau memeranginya maka hendaknya ia berkata, ‘Aku sedang berpuasa.’”(HR. Bukhari dan Muslim).

Suka deh suka deh suka deh (?). Aku suka sama hadits yang satu ini. Kenapa ya? Apa karna puasa itu perisai? Kayaknya iya:mrgreen: .

Aku suka banget karna tau tiga kenyataan ini:

1. Puasa sebagai perisai dari api neraka

“Puasa adalah perisai dari api neraka seperti perisai salah seorang di antara kamu dalam peperangan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Khuzaimah)

Lah kok bisa? He-emh *angguk*. Soalnya, kalo kita puasa otomatis harus nahan  semua kejelekan buat masuk ke dalam diri kita, atau, kita berusaha ngehindarin semua maksiat buat kita lakuin. Kalo kita gak pernah berbuat maksiat, api neraka gak akan mau nyentuh kita😉

2. Puasa sebagai perisai dari gemuruh syahwat

Yang pertama, kalo kita udah nikah dan jauh dari pasangan, sementara kita maunya tetep setia dan gak mau selingkuh (ehh. Maksudnya gak berzina yak😉 ) kita harus puasa. Kenapa? Soalnya puasa itu bisa nahan nafsu syahwat kita (karna lebih kepikiran perut kosong mungkin ya?:mrgreen: ).

Yang kedua, kalo kita pengen banget nikah dan mengalami gejolak syahwat, sedangkan kita belom siap ato terhalang hal yang lain (intinya belom bisa nikah sekarang juga), mendingan puasa, tuh. Kenapa? Yap, betool! Karena puasa itu perisai!🙂

3. Puasa sebagai perisai dari keburukan sepanjang zaman

Puasa itu bisa jadi perisai bagi seorang muslim dari berbagai bencana, musibah, en keburukan-keburukan yang lainnya. Soalnya puasa itu ngajarin kita tentang keprihatinan, kesabaran, dan kesiapan kita menghadapi situasi buruk dengan kepala ‘dingin’ en sikap yang rasional.

Yazid bin Mazin ra. dan Abu Malikah ra. menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada kami,

“Berpuasalah, karena puasa itu menjadi perisai dari api neraka dan dari berbagai keburukan sepanjang zaman.” (HR. Ibnu Najjar)

Hemm, bener banget, tuh!

Itu kan puasa sebagai perisai. Baru puasanya aja loh. Satu kali puasa. Kalo kita puasa sampe sebulan penuh? Wah, dahsyat banget tuh perisainya!

Nah, buat mempertahankan ‘status’ puasa sebagai perisai, kita nggak boleh bohong, ngegosip alias ngomongin kejelekan orang, ngomong kata-kata yang kotor (harus ngomong yang baik terus yak!), benci en dendam, dan yang terakhir, jangan ngomong atau bertindak jahil!

Ohoho. Tau maksudnya yang terakhir itu?

Tindakan jahil adalah semua perkataan dan tindakan yang dilarang agama, sia-sia dan tidak memiliki manfaat, bahkan cenderung membahayakan pelakunya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Astaghfirullah. Apa aku sering jahil yak? *mikir* *takut*

Semoga enggak , Ya Allah! #pray

(haduh, sering gak yaaa?) *dihantui pikiran kejahilanku dan perasaan bersalah*

 

 

Referensi : Nursyam, Fakhruddin. 2008. The Great Power of Ramadhan. Solo : Era Intermedia.

3 responses

  1. sebentar lagi ramadhan kan datang.. semoga Allah memberkahi

    July 1, 2011 at 14:49

  2. mustari

    D copy yach tank

    January 12, 2013 at 15:44

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s