share ur story, ur world, ur love !

kenangan

Dingin,

berselimut perih di atas singgasana kita

kau pergi bersama angin menghembus

membawa kotak perkakas kerajaan kita, yang dulu

pernah kita senyumi bersama

melintasi liuk tubuhabu-abu di tepi langit

di atas lingkaran-lingkaran roda kebahagiaan kita

 

aku menggigil menyebut senyummu

 

sementara aku menunggu merpati membawa kabarmu

di singgasana ini

dan kau lihat aku dari situ

di atas tempatmu istirahat dan berjalan

seolah kau tatap aku

 

aku masih berkabut, sayang

 

kau turun melintasi jejakmu sendiri di

tepi laut

lalu berhenti untuk mengagumi gambargambar kita yang

terapung disana

dan akhirnya pergi saat gambar tenggelam

hanyut dan terbawa pasir turut terkubur

 

aku terus menangis dan tersenyum melihat bayanganmu dari sini

 

satu yang terus kau lakukan menangisi waktu dan terus

melambai pada langit

berharap awan berjalan terbalik dan kau bersamanya

menyilet matahari dan berdoa kau tak pernah

bersamaku

 

aku masih berharap terus mencium wangi nafasmu

 

dan kau menangis memukul bulan

memaki pantai memaki langit memaki waktu memaki

gununggunung singgasana kita

 

aku takkan pernah kecewa, kasihku

 

 

 

prd,28 oktober 2010

3 responses

  1. gatau kenapa pingin nulis kayakgini.
    padahal punya kenangan begituan aja nggak punya,hahah.
    ckckck.dasar orang aneh.

    October 29, 2010 at 22:01

  2. makasih ya puisinya. jadi ngga enak saya,,
    *kepedean

    October 29, 2010 at 22:48

    • loh loh lohh ?
      *panik*

      October 30, 2010 at 05:22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s